Kadisdik Jatim Terkejut! Lahan Tidur di Kantor Cabdindik Gresik Disulap Jadi “Lumbung Pangan” Pendidikan

KOTAGRESIK.COM, GRESIK – Di tengah banyaknya lahan kosong yang terbengkalai dan hanya menjadi pemandangan biasa, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik justru membuat gebrakan yang mencuri perhatian, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Rabu, (3/6). Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjelma menjadi kawasan pertanian terpadu lengkap dengan kebun sayur, kolam ikan, hingga kandang ayam petelur.

Transformasi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang didampingi Kepala TIKP, Agus Hariyono, saat melakukan peninjauan ke lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik.

Dalam kunjungan tersebut, Aries Agung Paewai mengaku mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan Cabdindik Gresik. Menurutnya, apa yang dilakukan bukan sekadar mempercantik lingkungan kantor, melainkan menghadirkan model nyata pendidikan produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan lingkungan secara bersamaan.

“Ini bukan hanya soal menanam sayuran atau memelihara ikan. Yang lebih penting adalah membangun budaya kerja yang kreatif, inovatif, dan produktif. Ketika lahan kosong bisa menghasilkan, maka pendidikan juga harus mampu menghasilkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi dunia pendidikan. Berbagai komoditas sayuran ditanam secara terencana, kolam budidaya ikan dikelola secara produktif, dan kandang ayam petelur menjadi sumber produksi yang memberikan nilai tambah.

Aries berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat, melainkan terus dikembangkan menjadi model pengelolaan aset pendidikan yang berkelanjutan. Ia bahkan mendorong agar langkah Cabdindik Gresik dapat direplikasi oleh cabang dinas dan satuan pendidikan lainnya di Jawa Timur.

“Jika setiap lembaga pendidikan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki seperti ini, maka kita tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki jiwa mandiri, kreatif, dan mampu menciptakan peluang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa perubahan tersebut lahir dari semangat untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi.

“Kami ingin mengubah cara pandang. Lahan kosong jangan hanya dilihat sebagai ruang yang tidak terpakai, tetapi sebagai peluang yang bisa menghasilkan manfaat nyata. Apa yang ada di sini adalah bukti bahwa dengan kemauan dan kolaborasi, sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa,” ungkap Eko.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi simbol perubahan budaya kerja di lingkungan Cabdindik Gresik yang menekankan aksi nyata dibanding sekadar wacana.

“Pendidikan harus memberi teladan. Kalau kita mengajarkan kreativitas kepada siswa, maka lembaga pendidikan juga harus menunjukkan kreativitas. Kalau kita berbicara tentang kemandirian, maka kita harus mempraktikkannya terlebih dahulu,” tambahnya.

Transformasi lahan kosong menjadi kawasan produktif ini kini menjadi salah satu ikon baru Cabdindik Gresik. Dari area yang sebelumnya nyaris tak bernilai, kini tumbuh harapan baru bahwa inovasi sederhana dapat menghadirkan dampak besar bagi pendidikan, lingkungan, dan masyarakat. Sebuah pesan kuat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dari keberanian mengubah sesuatu yang selama ini dianggap biasa menjadi luar biasa.(wal/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *