Purna Wiyata Siswa SMA Semen Gresik Berbalut Bahasa Mandarin, Menandai Lahirnya Generasi Global dari Kota Pudak

Berita5 Views

KOTAGRESIK.COM — Suasana Ballroom Hotel Horison Gresik, Selasa (2/6/2026), terasa berbeda. Di tengah prosesi pelepasan 85 siswa kelas XII Angkatan ke-47 SMA Semen Gresik (SMA SIG), dua bahasa bergantian terdengar mengalun dari panggung: bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin.

Bukan sekadar seremoni kelulusan, acara itu menjadi panggung yang menunjukkan bagaimana sekolah menyiapkan peserta didiknya menghadapi dunia yang semakin tanpa batas. Para siswa tampil percaya diri memandu acara secara bilingual, memperlihatkan kemampuan berbahasa asing yang selama ini menjadi salah satu keunggulan sekolah.

Tepuk tangan para tamu undangan berulang kali pecah. Orang tua tampak tak mampu menyembunyikan rasa bangga menyaksikan putra-putri mereka berdiri di ambang gerbang kehidupan baru.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Dr. S. Hariyanto yang mewakili Bupati Gresik, Ketua SIG Foundation Ahmad Sujono, Kepala Seksi SMA/PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Joko Sutopo, para guru, komite sekolah, wali murid, serta para lulusan.

Dalam sambutannya, Joko Sutopo mengapresiasi konsistensi SMA Semen Gresik dalam mencetak lulusan berkualitas. Tahun ini, sebanyak 27 siswa berhasil menembus perguruan tinggi negeri, terdiri atas 14 siswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 13 siswa melalui jalur tes nasional.

Di hadapan para lulusan, Joko memaparkan gambaran persaingan pendidikan yang semakin ketat di Kabupaten Gresik. Dari sekitar 19.200 lulusan SMP dan MTs tahun ini, daya tampung SMA dan SMK negeri hanya berkisar 6.000 kursi.

Data tersebut menunjukkan bahwa sekolah swasta memiliki peran yang semakin strategis dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat ketatnya persaingan tersebut, SMA Semen Gresik memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan utama pendidikan menengah atas di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pesan penting juga disampaikan Bupati Gresik melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto. Menurutnya, keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga karakter dan ketangguhan mental.

Ia menekankan pentingnya dua kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda. Pertama, Ethics, Manner, and Attitude, yakni kemampuan menjaga etika, sikap, dan akhlak mulia dalam kehidupan sosial. Kedua, resilience atau daya tahan menghadapi berbagai tantangan, tekanan, serta persaingan yang semakin kompleks di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

“Karakter yang baik dan mental yang kuat akan menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan,” pesannya.

Sebagai sekolah yang kerap dijuluki “Sekolah Selebritis” karena melahirkan berbagai talenta berprestasi, termasuk atlet nasional bola voli, SMA Semen Gresik juga memanfaatkan momen pelepasan sebagai ajang penghargaan bagi siswa berprestasi.

Salah satu sorotan diberikan kepada Karel Benata Dinatan yang berhasil meraih Juara III tingkat Provinsi Jawa Timur dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Suara emasnya menghibur para hadirin sekaligus menjadi simbol bahwa prestasi dapat tumbuh dari berbagai bidang, tidak hanya akademik.

Penghargaan juga diberikan kepada para peraih peringkat terbaik di setiap kelas melalui tabungan pendidikan. Sementara lulusan terbaik program MIPA dan IPS memperoleh apresiasi khusus berupa trofi, piagam penghargaan, dan tabungan pendidikan.

Kepala SMA Semen Gresik, Choirul Fauzi, menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para lulusan. Menurutnya, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan panjang menuju masa depan.

“Ini bukan akhir perjalanan. Ini adalah awal dari maraton kehidupan yang sesungguhnya. Bagi yang belum berhasil masuk perguruan tinggi impian, jangan menyerah. Kesuksesan memiliki banyak jalan dan kesempatan,” katanya.

Di tengah perubahan dunia yang bergerak cepat, SMA Semen Gresik terus melakukan transformasi pendidikan melalui penguatan moderasi beragama dan pengembangan sekolah multibahasa. Langkah tersebut diperkuat dengan berbagai kolaborasi, termasuk bersama Petro Volley Academy, guna membentuk lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Ketua SIG Foundation Ahmad Sujono turut mengajak para alumni untuk berani bermimpi besar dan terus mengembangkan diri. Ia menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung kemajuan pendidikan dan menciptakan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jadikan ilmu yang diperoleh selama belajar di SMA Semen Gresik sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh. Terus bergerak maju dan jangan pernah takut menghadapi tantangan,” ujarnya.

Prosesi pelepasan ditutup dengan simbolis pelepasan atribut sekolah dan pengukuhan pengurus Ikatan Alumni SMA Semen Gresik Tahun Ajaran 2025/2026. Di penghujung acara, suasana haru bercampur bangga menyelimuti ruangan.

Bagi 85 lulusan Angkatan ke-47, hari itu bukan sekadar perpisahan. Ia menjadi penanda lahirnya generasi baru yang siap melangkah dari Gresik menuju panggung yang lebih luas: Indonesia, bahkan dunia.(wal/red)